Senin, 31 Desember 2018

Lahir Prematur, Waspadai Gangguan Tumbuh Kembang Bayi Ini

Bayi yang lahir sebelum waktunya atau disebut juga dengan prematur memang memiliki banyak tantangan di awal kehiduannya. Salah satunya adalah risiko gangguan tumbuh kembang bayi prematur. Ada banyak gangguan tumbuh kembang untuk bayi yang lahir prematur yang wajib Anda waspadai. Apa saja itu?

1. Pendengaran dan Penglihatan
Gangguan pada tumbuh kembang di bayi yang lahir prematur pertama yang harus Anda waspadai adalah gangguan di pendengaran dan penglihatan. Bayi yang lahir dengan berat kurang dari 1,5 kg biasanya akan mengalami gangguan ini karena diakibatkan masalah yang terjadi pada telingan dan otaknya.

Risiko paling tinggi yang bisa dialami bayi prematur pada pendengarannnya adalah mereka akan kehilangan daya dengar atau jadi tuli seumur hidup. Selain itu, penglihatannya juga akan terganggu karena ia mengalami risiko retinopati prematuritas atau pembuluh darah membengkak dan menimbulkan kelainan pada saraf retina matanya.

2. Kemampuan Bahasa
Risiko gangguan tumbuh kembang pada bayi yang lahir prematur lain yang harus diwaspadai adalah kemampuan bahasa. Studi membuktikan bayi yang lahir dengan berat badan lahir rendah memiliki masalah dalam bahasa pada masa-masa asal tahun pertumbuhannya. Mereka akan sulit memahami suatu kalimat.

Selain itu, mereka juga akan kesulitan mengekpresikan diri melalui bahasa, mengolah kata, artikulasi, dan lain-lainnya. Meski begitu, bukan berarti setiap bayi yang lahir prematur mengalami gangguan ini. Salah satu cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah hal ini terjadi adalah dengan memonitor kemajuan tumbuh kembangnya dan konsultasi ke dokter.

3. Psikomotorik dan Perilaku
Anak yang lahir sebelum usia kandungan 32 minggu biasasanya akan menunjukkan gangguan motorik walaupun sebenarnya tingkat intelegensianya bagus. Selain itu, bayi yang lahir dengan usia itu biasanya mengalami gangguan tumbuh kembang bayi berupa hiperaktif, implusif, perhatian yang mudah teralihkan hingga risiko ADHD.

Meskipun hal ini bisa diderita anak yang lahir prematur, namun rata-rata anak yang mengalami hal di atas memiliki tingkat intelegansi yang normal bahkan ada juga yang terkesan di atas rata-rata.

4. Kemampuan Kognitif
Bayi yang lahir prematur juga bisa mengalami gangguan kemampuan lognitif. Gangguan yang satu ini sudah dibuktikan melalui banyak studi yang dilakukan pada anak yang lahir prematur. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa anak yang lahir secara prematur kebanyakan akan mengalami risiko besar gangguan belajar di saat sekolah.

Selain itu, beberapa permasalahan lain juga bisa mereka dapatkan seperti gangguan menggunakan bahasa sebagai cara untuk berekspresi. Selain itu, mereka juga akan mengalami kesulitan dalam memusatkan perhatian dan juga mengalami kelemahan pada kecerdasan visual motorik serta visual spasialnya.

5. Perkembangan Emosional
Gangguan yang satu ini juga bisa dipastikan akan menyerang anak yang lahir prematur dengan usia kandungan di bawah 29 minggu. Menurut berbagai penelitian, setelah anak tersebut besar nantinya, mereka akan mengalami masalah dalam mengatur emosinya. Mereka akan lebih emosional pada guru, orang tua bahkan orang yang seusianya dengannya.

Selain itu, mereka juga akan berisiko tinggi mengalami kesulitan adaptasi di lingkungan yang baru karena sifat emosionalnya ini. Mereka juga akan jauh lebih mudah stres bila dibandingkan anak yang lahir dengan normal. Merekapun jadi kurang terorganisir dan ini juga berpengaruh pada kemampuan psikologisnya nanti.

Apa yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi risiko gangguan pada tumbuh kembang bayi yang lahir prematur? Salah satunya adalah dengan tekun melakukan konsultasi ke dokter. Selain itu, Anda bisa menerapkan banyak tips seputar parenting yang bisa Anda temukan di parentingclub.co.id. Dijamin, info yang Anda dapat di sana bisa bermanfaat!

Related Posts

Lahir Prematur, Waspadai Gangguan Tumbuh Kembang Bayi Ini
4/ 5
Oleh